Pembelajaran tatap muka terbatas di SMAN 1 Narmada sampai saat ini berjalan dengan tertib. Hal itu terlihat dari situasi di dalam kelas, dimana setiap guru dan siswa memakai masker dan menjaga jarak. Saat pembelajaran berlangsung, kegiatan diskusi kelompok ditiadakan dan diganti dengan pemberian tugas secara mandiri. Sesekali guru mengingatkan kepada siswa untuk mematuhi protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan setelah selesai pembelajaran. Semua prokes tersebut di dampingi langsung oleh guru yang mengajar di kelas tersebut.

Berkaitan dengan masker, sekolah sudah memberikannya kepada siswa beberapa waktu lalu. Setiap siswa diberikan 3 masker, dengan harapan setiap siswa dapat mengganti masker yang digunakan setiap hari. Begitu juga dengan sabun untuk mencuci tangan, sekolahpun sudah menyediakannya disetiap tempat untuk mencuci tangan. Dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat ini, diharapkan guru dan siswa dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas secara aman dan nyaman.

Dalam pelaksanaan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) terbatas, sekolah sudah mengacu pada syarat dan ketentuan yang dikeluarkan oleh Dikbud Provinsi NTB. Dimana setiap kelas hanya boleh diisi 50% dari kapasitas yang ada, sehingga sekolah menerapkan Doble sift kepada siswa yang masuk yaitu sift pagi dn siang. Setiap sift hanya belajar 4 jam pelajaran setiap hari dan tidak ada waktu istirahat agar tidak terjadi kerumunan. Dengan sistim dobel sift ini siswa yang masuk tidak terlalu banyak dari biasanya.

Setiap warga sekolah (guru, TU, dan siswa) diharapkan dapat berperan aktif untuk menjaga protokol kesehatan di SMAN 1 Narmada. Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Kepala Sekolah SMAN 1 Narmada H. Mahmud, S.Pd,M.Si dalam setiap melakukan pembinaan. “bapak, ibu mari tetap menerapkan protokol kesehatan dan dampingi siswa di dalam kelas. Kalau ada siswa yang melepas masker, tolong diingatkan “ujarnya.

By admin

X